bersama dalam bahagia bersatu dalam duka

Rabu, 05 Juni 2013

Tata Panggung



Tata panggung disebut juga dengan istilah scenery (tata dekorasi). Gambaran tempat kejadian lakon diwujudkan oleh tata panggung dalam pementasan. Tidak hanya sekedar dekorasi (hiasan) semata, tetapi segala tata letak perabot atau piranti yang akan digunakan oleh aktor disediakan oleh penata panggung.
Penataan panggungdisesuaikan dengan tuntutan cerita, kehendak artistik sutradara, dan panggung tempat pementasan dilaksanakan. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan penataan panggung seorang penatapanggung perlu mempelajari panggung pertunjukan.
1.      Mempelajari Panggung
Dalam sejarah perkembangannya, seni teater memiliki berbagai macam jenis panggung yang tempat pementasan. Perbedaan jenis panggung ini dipengaruhi oleh tempat dan zaman dimana  teater  itu  berada  serta  gaya pementasan yang dilakukan. Bentuk panggung yang berbeda memiliki prinsip artistik yang berbeda. Misalnya, dalam panggung yang penontonya melingkar, membutuhkan tata letak perabot yang dapat enak dilihat dari setiap sisi. Berneda dengan panggung yang penontonnya hanya satu arah dari depan. Untuk memperoleh hasil terbaik, penata panggung diharuskan memahami karakter jenis panggung yang akan digunakan serta bagian-bagian panggung tersebut.
1.1  Jenis-jenis Panggung
Panggung adalah tempat berlangsungnya sebuah pertunjukan dimana interaksi antara kerja penulis lakon, sutradara, dan actor ditampilkan dihadapan penonton. Diatas panggung inilah semua laku lakon disajikan dengan maksud agar penonton menangkap maksud cerita yang ditampilkan. Untuk menyampaikan maksud tersebut pekerja teater mengolah dan menata panggung sedemikian rupa untuk mencapai maksud yang dinginkan. Seperti yang akan disebutkan dibawah ini, bahwa banyak sekali jenis panggung tetapi dewasa ini hanya tiga jenis panggung teater yang sering digunakan. Ketiga panggung tersebut adalah Panggung Proscenium, Panggung Thrust,dan Panggung Arena. Dengan memahami bentuk dari masing-masing inilah penata panggung dapat merancang karyanya berdasar lakon yang akan disajikan dengan baik.
Ø  Arena
Panggung arena adalah panggung yang penontonnya melingkar atau duduk mengelilingi panggung. Penonton sangat dekat sekali dengan pemain. Agar semua pemain dapat terlihat dari segala sisi maka penggunaan set dekor berupa bangunan tutup tidak diperbolehkan karena dapat menghalangi pandangan penonton. Karena bentuknya yang dikelilingi oleh penonton, maka penata panggung dituntut kretivitasnya untuk mewujudkan set dekor. Segala perabut yang digunakan dalam panggung arena harus benar-benar dipertimbangkan dan dicermati secara hati-hati baik bentuk, ukuran, dan penempatannya. Semua ditata agar enak dipandang dari berbagai sisi.








Panggung Arena biasanya dibuat secara terbuka (tanpa atap) dan tertutup. Inti dari panggung arena baik terbuka atau tertutup adalah mendekatkan penonton dengan pemain.
 
Ø  Proscenium
Panggung Proscenium biasa juga disebut sebagai Panggung Bingkai, karena penonton menyaksikan aksi actor dalam lakon melalui sebuah bingkai atau lengkung Proscenium (Proscenium Arch). Dalam bingkai yang dipasangi layar atau gorden inilah yang memisahkan wilayah acting pemain dengan penonton yang menyaksikan pertunjukan dari satu arah. Dengan pemisahan ini maka pergantian tata panggung dapat dilakukan tanpa sepengetahuan penonton.
Panggung Proscenium sedah lama digunakan dalam dunia teater. Jarak yang digunakan untuk memisahkan pemain dan penonton ini dapat digunakan untuk menyajikan cerita seperti apa adanya. Aktor dapat bermain dengan leluasa seolah-olah penonton yang hadir melihatnya. Pemisahan ini dapat membantu efek artistic yang diinginkan, terutama dalam gaya relisme yang menghendaki lakon seolah-olah benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.


Proscenium
 






Tata panggung pun sangat diuntungkan dengan adanya jarak pandang dengan satu arah dari penonton. Prespektif dapat ditampilkan dengan memanfaatkan kedalam panggung (luas panggung belakang). Gambar dekorasi dan perabot tidak begitu menuntut kejelasan detail sampai pada hal-hal terkecil. Bentangan jarak dapat menciptakan banyangan artistic tersendiri yang mampu menghadirkan kesan. Kesan inilah yang diolah penata panggung untuk mewujudkan kreasinya diatas panggungproscenium. Seperti sebuah lukisan, bingkai proscenium menjadi batas tepinya. Dan penonton disuguhi gambaran melalui bingkai tersebut.
Hampir semua sekolah teater memiliki jenis panggung procesium. Pembelajaran tata panggung untuk menciptakan ilusi (tipuan) imajinatif sangat dimungkinkan dalam panggung procenium. Jarak anatara penonton dan panggung adalah jarak yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan gambaran kreatif pemanggunagan. Semua yang ada diatas panggung dapat disajikan secara sempurna seolah-olah gambar nyata Tata cahaya yang memproduksi sinar dapat dihadirkan dengan tanpaterlihat oleh penonton dimana posisi lampu berada. Intinya semuayang di atas panggung dapat diciptakan untuk mengelabui pandangan penonton dan mengarahkan mereka pada pemikiran bahwa apa yangterjadi di atas pentas adalah kenyataan. Pesona inilah yang membuat penggunaan panggung proscenium bertahan sampai sekarang.

Ø  Thrust
Panggung thrust seperti panggung procesium tetapi dua pertiga (2/3) bagian depannya menjorok kearah penonton. Pada bagian yang depan yang menjorok ini penonton dapat duduk disisi kanan dan kiri panggung. Panggung Thrust Nampak seperti gabungan antar arena dan proscenium.




Untuk penataan panggung, bagian depan diperlakukan seolah panggung arena sehingga tidak ada bagunan tertutup vertikal yang dipasang. Sedangkan panggung belakang diperlukan seolah panggung proscenium yang dapat menampilkan kedalam objek atau pemandangan secara perspektif.
Panggung Thrust telah digunakan sejak abad pertengahan (Medieval) dalam bentuk panggung berjalan (Wagon Stage) pada suatu karnaval. Bentuk ini diadopsi oleh sutradara teater modrn yang menghendaki lakon ditampilkan melalui acting para pemain secara lebih artifisial (dibuat-buat agar lebih menarik) kepada penonton. Bagian panggung yang dekat dengan penonton memungkinkan gaya acting teater presentasional yang mempersembahkan permainan kepada penonton secara langsung. Sementara bagian belakang atau panggung atas dapat digunakan untuk penataan panggung yang memberikan gambaran lokasi.
1.2  Fungsi Tata Panggung
Dalam perancangan tata panggung selain mempertimbangkan jenis panggung yang akan digunakan ada beberapa elemen komposisi yang perlu diperhatikan. Sebelum menjelaskan semua itu, fungsi tata panggung perlu dibahas terlebih dahulu. Selain merencanakan gambar dekor, penata panggung juga bertanggung jawab terhadap segala perabot yang digunakan. Karena keseluruhan objek yang ada di atas panggung dan digunakan oleh aktor membentuk satu lukisan secara menyeluruh. Perabot dan piranti sangat penting dalam mencipta lukisan panggung,terutama pada panggung arena dimana lukisan dekor atau bentuk bangunan vertikal tertutup seperti dinding atau kamar (karena akan menghalangi pandangan sebagian penonton) tidak memungkinkan diletakkan di atas panggung. Tata perabot kemudian menjadi unsur pokok pada tata panggung arena. Unsur-unsur ini ditata sedemikian rupa sehingga bisa memberikan gambaran lengkap yang berfungsi untuk menjelaskan:
1.      suasana dan semangat lakonpe
2.      riode sejarah lakon
3.      lokasi kejadian
4.      status karakter peran dan
5.      musim dalam tahun dimana lakon dilangsungkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar